Cerita tentang hal-hal aneh yang bikin bulu kuduk merinding ternyata masih ada di rumah.

Suatu sore, beberapa bulan yang lalu, saya memainkan sebuah effect di medsos Instagram. Saya lupa namanya, tapi kurang lebih saat kita mengarahkan kamera ponsel ke arah kita, atau orang lain, maka di sekeliling kita atau orang itu akan muncul efek kobaran api. Seperti pendeteksi panas tubuh mungkin.

Waktu saya arahkan kamera depan ke badan saya, maka badan saya nampak dikelilingi kobaran api di layar ponsel. Lalu saya mencoba kamera belakang dan mengarahkannya ke sekeliling rumah. Tidak ada orang selain saya di rumah, tapi kobaran api nampak di layar ponsel saat saya mengarahkan kamera ke arah pintu kamar mandi.

Tak nampak siapapun atau apapun di sana, tapi efek kobaran api tetap menyala di layar ponsel.

Apa ada seseorang di sana? Atau sesuatu?

Malam itu, saya berdua di rumah bersama K.

Rebecca, ibunya K, sedang sakit positif Corona sehingga harus isoman di unit rumah yang berbeda di apartemen kami.

Waktu itu K sudah tidur sejak pukul 9 malam. Tapi terbangun sekitar pukul 11 malam dalam kondisi gelisah dan menangis. Saya pikir dia mengalami mimpi buruk, maka saya peluk dan berusaha menenangkannya.

Sialnya, K masih terus gelisah. Dia bergerak ke kanan dan kiri, seperti menghindari sesuatu. Saya melihat gelagat yang aneh. Saya tanya, “What is going on, K?”

K lalu memeluk saya erat, dan berbisik pelan, “I don’t like the ghost”

Saya tidak melihat apa-apa. Suasana di rumah sedang gelap, karena kami memang terbiasa mematikan lampu saat tidur. Cahaya remang-remang berasal dari gedung lain yang masuk melalui jendela kamar dan pintu balkon.

Maka saya menyalakan lampu kamar dan seluruh ruangan. K melihat sekilas ke sekeliling kamar, tapi kemudian memeluk saya lagi lebih erat. Saya tak melihat apa-apa.

“You still see it?” tanya saya. K mengangguk dalam dekapan saya.

“Where is it?” tanya saya lagi untuk memastikan. K menunjuk ke arah luar kamar, tepatnya ke arah dekat pintu kamar mandi.

Saya agak takut, tapi juga sangat marah karena ada yang mengganggu K saat tidurnya. Agak lantang saya bilang ke arah pintu kamar mandi, “Siapa pun kamu di sana, kamu tak berhak ada di sana. Pergi!”

Melihat saya seperti itu, K tergugah keberaniannya dan ikut memekik, “Go away!”

Setelah beberapa lama kami berusaha mengusir hantu itu dari rumah, ditambah dengan sedikit doa dalam hati mohon perlindungan Tuhan, akhirnya K mulai tenang dan tidak melihat lagi sosok hantu di dekat kamar mandi.

Pukul 1 dini hari, K sudah tidur lagi dengan lelapnya.

Wujud hantu yang dilihat K.

Sebelum kejadian ini, kami memang pernah mengalami kejadian aneh di rumah. Bisa dibaca di sini.

Salah satu yang dilihat K waktu itu adalah wujud seorang “kakak” yang muncul dari balik pintu. Tapi untuk memastikan, besoknya saya tanya K tentang hantu yang dia lihat.

“It came from the door” kata K menjelaskan dari mana datangnya hantu, sambil menunjuk pintu masuk utama unit rumah kami.

“Then the ghost standing there” kata K lagi, menunjuk dekat pintu kamar mandi. Di sana juga terparkir sepeda roda empat milik K.

“Boy or girl?” tanya saya. K tidak menjawab langsung, dia sedikit berpikir.

“It was big black” kemudian jawabnya.

“What the ghost did there?” tanya saya penasaran.

“I think the ghost wanted to take away my bike” jawab K dengan polosnya.

Itu hantu atau maling sih, K?

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2022 Kayika Pushandaka