Bak Pinang Dibelah Dua

Hai anak pintar ibu, hari ini ibu ingin bercerita tentang kemiripan wajah kita.

Hampir setiap orang yang melihat wajahmu pasti berpendapat kalau wajahmu adalah jiplakan ibu. Bahkan bapak mengakui itu waktu pertama kali memandangmu beberapa saat setelah kamu lahir.

Onty Siska pun mengatakan bahwa wajahmu mirip dengan wajah ibu saat kecil.

Tapi anehnya, ibu justru merasa kita tidak mirip seperti yang bapak, onty, teman dan orang sekitar ibu katakan.

Tapi kejadian ini kemudian mengubah pandangan ibu.

***

Sehari-hari ibu menggunakan ponsel yang ibu aktifkan screen lock dengan mode face recognition, fingerprint atau mode pattern. Mode face recognition dan fingerprint lebih memudahkan ibu saat ingin membuka layar ponsel karena ibu cukup mengarahkan wajah ibu ke kamera atau meletakkan jari ibu di sensor, maka halaman muka ponsel akan terbuka.

Sementara mode pattern dapat dibuka oleh siapa saja yang mengetahui pola garis yang ibu buat.

Suatu hari, ibu ke kamar mandi dan tidak sengaja meninggalkan ponsel di kasur, dalam keadaan layar terkunci.

Oh iya, sebenarnya bapak dan ibu sepakat untuk menjauhkan ponsel darimu. Hanya sesekali untuk melihat foto atau videomu dengan pengawasan ketat dari bapak atau ibu.

Saat ibu kembali ke kamar, ibu melihatmu mencoba memencet tombol-tombol di ponsel ibu.

Beberapa saat kemudian ibu melihat layar ponsel sudah dalam keadaan terbuka.

Ibu pikir, ah mungkin ibu yang lupa mengunci layar ponsel.

Tapi setelah beberapa kali terjadi, ibu mulai merasa aneh. Apa ponsel ibu rusak?

Sampai suatu hari, saat ibu sedang memasak, kejadian yang sama terjadi lagi. Layar ponsel yang sudah ibu kunci jadi terbuka saat ponsel dalam genggamanmu.

Apa yang terjadi?

Apa kamu yang membukanya?

Mode fingerprint jelas tidak mungkin bisa kamu buka karena sidik jari kita berbeda. Mode pattern pun mustahil, karena pola garis yang ibu buat cukup sulit untuk kamu ingat dan tiru.

Satu-satunya kemungkinan adalah mode face recognition.

Tapi ah masa kita semirip itu?

Hingga suatu hari, oma datang ke rumah membawakan beberapa barang yang ibu titip. Salah satunya album foto ibu waktu kecil.

Sejujurnya ibu penasaran kata onty Siska yang bilang wajahmu mirip ibu waktu kecil. Ibu membuka lembar pertama foto ibu waktu lahir.

Sampai akhirnya ibu melihat foto ulang tahun ibu yang kedua.

Ibu dan Kayika
Kata banyak orang kita mirip.

Mungkin memang benar kata orang. Haha.

***

Maka misteri terbuka layar ponsel ibu di tanganmu sudah terkuak. Mode face recognition sejak awal telah mengakui kemiripan wajah kita.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2020 Kayika Pushandaka
[Total: 1   Average: 5/5]

13 thoughts on “Bak Pinang Dibelah Dua”

      1. Wah, pinter ya si Kay 🤩

        Cuman aku baca fitur face recognition jadi rada was-was, soalnya takut hapeku dibuka sama mamaku. Soalnya wajahku mirip sama wajah mamaku 😊

  1. Lho ternyata Kay betulan mirip foto ibu saat kecil, kalau ini sih copy paste jadi nggak heran apabila face recognition-nya bisa membaca wajah Kay 😆 eniho, both look so pretty 😁

  2. Kok bisa semirip itu ya
    Ya paling tidak kan, hape tidak bisa mengenalnya kerana pastinya ada sedikit perbedaan
    Saya juga sepeti itu, mengunci hape lewat model sidik jari atau wajah.
    kalau pakai pola tampak ribet, dan takut lupa.

    1. Halo mas, iya jiplakan ibunya banget ternyata Kay.
      Sudah lebih dari 5 kali kejadian Kay bisa buka screen lock handphone saya.
      Saya sampai pernah mengujinya sendiri. Saya duduk di samping Kay melihat bagaimana cara Kay unlock screen dan ternyata benar melalui sensor wajah. Sayapun shock.

  3. hehehe plek banget ya mba. sistem keamanan yang dibuat ponsel pun bisa ngebuka kuncinya. bener bener pinang dibelah dua ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *