Orang berkata bahwa nama adalah doa dari orang tua kepada anaknya. Ibu baru benar-benar mengerti makna itu sekarang. Bahkan menurut ibu, namamu, Kayika Benaiah Pushandaka menceritakan tentang dirimu sejak kamu masih dalam kandungan ibu.

Kamu adalah anak yang sangat baik, nak. Ibu ingin menceritakan beberapa kebaikanmu yang membuat ibu kagum padamu.

Suatu siang, saat kita sedang di rumah berdua. Ibu sedang menyusuimu yang tengah kelaparan. Tiba-tiba perut ibu mulas sekali.

Sebenarnya ibu bisa saja menahan rasa mulas itu, tapi pengalaman konstipasi beberapa minggu sebelumnya membuat ibu takut untuk menunda pup. Konstipasi menyebabkan sakit saat mencoba pup bahkan sampai luka dan berdarah.

Akhirnya ibu berbisik kepadamu, “Nak, perut ibu mulas sekali. Ibu takut sakit lagi. Kay mau nungguin ibu sebentar gak?”

Tiba-tiba kamu berhenti menyusu dan diam seperti memberikan izin kepada ibu. Melihatmu tenang, ibu meletakkanmu di tempat tidur dan menuju ke toilet. Selama di toilet sebenarnya ibu khawatir kamu akan menangis, tapi kamu tetap tenang menunggu ibu tanpa menangis sedikit pun.

Lalu ibu menggendongmu dan melanjutkan menyusuimu, dan kamu sangat lahap menyusu.

Ibu sangat terharu nak. Ibu tau sekali kalau saat itu sebenarnya kamu sedang sangat lapar, tapi kamu berbaik hati menolong ibumu, menunggu ibu dengan tenang.

Kamu baik sekali nak.

Saat masih di dalam kandungan pun kamu sangat baik dan penurut, nak. Waktu mengandungmu, kamu sangat aktif di dalam perut ibu, berputar-putar, menendang-nendang dan bermain. Mengetahui kamu sangat aktif, ibu khawatir kamu akan terlilit tali pusar.

Akhirnya setiap malam sebelum tidur ibu selalu berbicara kepadamu, “Kayika baik, mainnya hati-hati ya di dalam perut. Jangan mainin tali pusar ya. Jangan sampe kelilit tali pusar. Hati-hati ya sayang”

Dan selama 9 bulan mengandungmu, setiap kali USG, dokter Ale selalu mengatakan bahwa leher kamu aman tidak terlilit dan tidak ada masalah.

Dan masih banyak kebaikan hatimu lainnya.

***

Beberapa hari yang lalu, ibu ngobrol dengan bapak. Kami berkhayal apa yang akan kami lakukan kalau mendapat hadiah undian. Tapi bapak berkata kalau dia tidak pernah hoki mendapat hadiah sama sekali dan mempertanyakan, kok bisa ya ada orang hoki bisa dapat mobil, uang, dll.

Ibu juga belum pernah menang undian. Pernah ikut undian dengan hadiah liburan gratis ke Jepang. Sudah banyak berdoa, eh tidak dapat juga. Hehe…

Tapi kemudian ibu baru tersadar bahwa ibu dan bapak justru adalah orang yang paling beruntung di dunia. Ibu dan bapak memperoleh kasih karunia dari Tuhan.

Kasih itu adalah kamu, nak. Ya, Kayika Benaiah Pushandaka.

Anak ibu yang sangat baik. Kehadiranmu membuat ibu dan bapak semakin kagum akan kebaikan Tuhan bagi kami.

Terima kasih Tuhan, untuk Kayika.

Ibu mengasihimu, nak.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2017 Kayika Pushandaka