Hari itu bapak menceritakan kisah fiksi karangannya sendiri kepada kita. Kisah yang menceritakan bagaimana kejadian di surga sebelum Tuhan mengirimmu ke dunia.

Kisah yang tidak nyata, tapi menyenangkan.

***

Suatu hari, Tuhan mengumpulkan semua calon bayi di auditorium surga.

“Anak-anakku, ini ada pasangan Bapak Agung Pushandaka dan Ibu Rebecca ingin punya anak. Siapa yang mau turun untuk jadi anak dari keluarga Pushandaka?” kata Tuhan.

Lalu kamu mengangkat tanganmu tinggi-tinggi dan berkata, “Saya mau Tuhan! Saya mau menjadi anak dari Bapak Agung dan Ibu Rebecca!”

Maka Tuhan mengirimmu ke dalam perut ibu untuk menjadi anak kami.

Mendengar cerita itu, ibu tersenyum sambil membayangkan kejadian tersebut.

Tentu kisah itu tidak nyata, hanya karangan bapakmu saja. Tapi dari cerita itu kami bahagia, bahwa kami terpilih untuk menjadi orang tuamu.

Terima kasih nak, karena telah “memilih” kami menjadi bapak dan ibumu. Semoga kami bisa menjadi orang tua yang baik dan memberi kebahagiaan untukmu.

Bapak juga berkhayal, bahwa ada misi yang sedang kamu jalankan dengan memilih kami menjadi orang tuamu. Tentu saja misi itu adalah berasal dari kehendak-Nya.

Maka terima kasih juga telah menjadi utusan Allah, untuk menjalankan misi membawa kedamaian dan keceriaan di tengah keluarga kecil kita. Sekalipun kehadiranmu juga memberi tanggung jawab yang lebih besar kepada kami dan sedikit kecemasan mengenai beberapa hal yang tidak kami kuasai, tapi kami tetap bersyukur dan berterima kasih.

Semoga kamu selalu diberkati, penuh hikmat dan kebijaksanaan, serta dipenuhi damai sejahtera.

***

Kayika, anak baik.

Kehadiranmu juga membuat Natal kali ini sangat berbeda rasanya. Ibu sangat bersemangat menyambutnya. Sejak beberapa hari lalu di kantor seharian ibu mendendangkan lagu-lagu bertema Natal.

Walaupun pada Natal ini kita belum memasang pohon Natal di rumah, ibu juga belum membuat kue Natal dan masakan yang spesial, tapi ibu sangat bahagia dengan datangnya Natal tahun ini.

Sebab ini adalah Natal pertama kita bersama. Kamu, bapak dan ibu.

Semoga ini juga menjadi Natal pertama yang indah untuk banyak lagi Natal selanjutnya yang akan kita nikmati bersama, ditambah kehadiran adikmu beberapa tahun lagi.

Amin.

 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2017 Kayika Pushandaka