Berbeda dengan tahun lalu, hari pertama tahun baru 2021 kami awali dengan sukacita dari jerih payah K dan kebaikan hati Mbak Eno.

Tanggal 1 Januari 2021 baru memasuki jam ketiga, saya berkunjung sebentar ke blog creameno.com untuk mengetahui kabar teman-teman blogger. Saya memilih blog yang dikelola Mbak Eno karena di sini saya bisa tahu keadaan beberapa teman sekaligus, yaitu dari komentar-komentarnya.

Tak saya duga, ternyata tulisan terbaru Mbak Eno adalah pengumuman beberapa event dan lomba yang telah berlangsung sebelumnya [bisa dibaca di sini]. Kebetulan K ikut salah satu lombanya, Kid’s, Let’s Draw!, yaitu lomba gambar anak mulai usia tiga sampai dua belas tahun. K sudah berumur tiga tahun lebih empat bulan saat lomba itu diadakan.

Saya tak langsung melompat ke bagian pengumuman lomba gambar itu. Saya baca saja dari awal, apalagi saya juga tak yakin K akan menang dengan gambar yang sangat abstrak.

Maka saat saya tiba di alenia awal pengumuman lomba gambar, saya lempeng terus membaca sampai akhirnya foto gambar peserta pertama ditampilkan, karya anak Mbak Imelda.

WOW! Gambarnya bagus sekali.

Terus ke bawah, gambar-gambar peserta lainnya sama bagusnya. Saya belum tiba di gambar K. Sempat terpikir apakah gambar K tidak diterima oleh Mbak Eno, karena saya baru kirim di hari terakhir pendaftaran, itu pun sudah malam.

Tapi ternyata gambar K juga terpampang di sana, plus dengan penjelasannya.

K menggambar apa?

Hmmm, bukan bermaksud merendahkan karya anak sendiri, tapi harus saya akui gambar K paling abstrak di antara yang lainnya. Selain karena umur K yang masih sangat muda, juga karena sejauh ini K belum menunjukkan minat menggambar.

Kami pernah membelikan dia krayon, pensil warna, spidol dan buku gambar, tapi belum optimal merangsangnya untuk menggambar. Dia baru sebatas suka mewarnai suatu gambar. Bahkan alat gambar tersebut lebih sering dia pakai untuk belajar menulis angka dan huruf.

Saya sudah sampaikan hal ini kepada Mbak Eno di kolom komentar, tapi katanya tidak apa-apa dikirimkan saja apapun yang digambar oleh K.

Maka sejak lomba dimulai, saya sudah membujuk K untuk ikut berpartisipasi. Tapi sekali lagi, memang dia belum punya minat menggambar. Sampai tiba akhirnya di hari terakhir pengiriman hasil gambar, saya coba membujuknya lagi.

Kali ini K bersedia.

Maka dia mulai menggoreskan krayonnya di atas kertas HVS yang disyaratkan. Dia hanya mencoret-coret sekenanya. “Gambar apa itu, K?”

I don’t know” jawabnya.

Hmmm,, ya sudah, biarin deh yang penting dia tidak patah semangat menggambarnya.

K in action

Pernah suatu hari dia menggambar. Dia goreskan krayon berwarna biru di atas kertas. Beberapa garis dia buat hampir sepanjang kertas, sedikit bergelombang. Ah, saya pikir mungkin dia membuat air. Tapi saat saya pastikan apa yang dia gambar, dia bilang, “Dinosaur!

Akhirnya K selesai menggambar. Ada gambar matahari, yang semula saya pikir gambar love (jantung) berwarna kuning, ada gambar burung yang sama sekali tidak berbentuk burung, ada kupu-kupu yang lumayan bisa dikenali, ada pula gambar rumah yang lebih mirip tumpukan jerami.

K sebenarnya sudah enggan melanjutkan, dia sudah merebahkan badannya, tapi masih ada satu sisi yang kosong di kertasnya, tepatnya di pojok kiri bawah. Maka saya sarankan ia menulis namanya: KAY. Ternyata K mau melakukannya tapi bukan di bagian yang kosong, malah menulis menutupi gambar kupu-kupunya.

Ya sudahlah, toh niat awal kami hanya untuk meramaikan event yang sudah dibuat oleh Mbak Eno. Maka saya kirimlah foto gambar itu, disertai foto-foto K saat menggambar. Gambar itu benar-benar hasil karya tangan K sendiri.

Gambar pemandangan ala K

Bagaimana hasilnya?

Saya harus membaca berkali-kali di alenia yang menyatakan pemenangnya. Apa tidak salah?

K dinyatakan sebagai pemenang oleh Mbak Eno untuk kategori umur tiga sampai enam tahun. Ah, mungkin mata saya sudah terlalu mengantuk.

Saya matikan layar ponsel dan berpikir lebih baik tidur, nanti baca lagi kalau sudah benar-benar sadar. Tapi beberapa saat setelah memejamkan mata, saya malah kepikiran. Akhirnya saya ambil lagi ponsel dan membuka lagi blog Mbak Eno.

Ternyata benar Mbak Eno memutuskan K menjadi salah satu pemenang. Tapi apa benar? Gambar K yang sedemikian antik itu menjadi pemenang?

Di tengah gelapnya kamar, saya amati muka K lekat-lekat. Tidurnya lelap sekali. Dia tidak mengigau apa pun yang mungkin bisa menjadi petunjuk atau jawaban atas ketidakyakinan saya.

Akhirnya setelah meninggalkan komentar bernada ketidakyakinan saya di blog Mbak Eno, saya baru bisa tidur, sekitar pukul empat pagi.

Siangnya, setelah membaca penjelasan Mbak Eno di dalam balasan komentar, saya mulai bisa menerima keadaan bahwa K adalah yang beruntung bisa menang lomba gambar. Itu pun karena tidak ada pesaingnya. Hihi!

Akhirnya saya bilang kepada K, bahwa dia mendapat hadiah tahun baru dari Aunty Eno.

“K, gambar yang kamu buat waktu itu menang lomba” kata saya.

Dia menatap saya sebentar, sepertinya dia juga tidak yakin dengan kabar itu, atau mungkin dia lupa gambar yang mana.

“Iya” jawabnya singkat lalu melanjutkan lagi permainannya.

Terima kasih Mbak Eno

Kami cuma bisa mengucap syukur atas sukacita yang kami rasakan dari kebaikan hati Mbak Eno. Sudah banyak kebaikan Mbak Eno yang saya baca dari beberapa blog lain, tapi masih tidak menyangka bahwa kami boleh turut merasakannya, padahal saya baru mengenal blognya sekitar bulan Mei 2020.

Pertama kali saya berkunjung pada tulisan Bali Botanic Garden. Kemudian dibalas dengan kunjungan perdananya ke blog saya, pushandaka.com, tak beberapa lama setelah kunjungan saya ke blognya.

Satu hal yang unik dari pertemanan dengan Mbak Eno adalah kegembiraan yang nyata. Seperti yang saya bilang, di beberapa blog yang saya kenal juga dari blognya Mbak Eno karena banyak orang berinteraksi di sana, saya tahu bahwa sekalipun kenal di dunia maya tapi Mbak Eno membuat kegembiraan dari pertemanan itu terasa pula di dunia nyata.

Luar biasa.

Tulisan tentang Mbak Eno, orang yang tidak saya ketahui selain dari tulisan-tulisannya, akan saya buat di Blog Pushandaka.

Maka untuk kali ini saya hanya bisa mengucapkan terima kasih. Apa yang Mbak Eno hadiahkan kepada kami di hari pertama tahun ini pasti akan sangat bermanfaat terutama untuk K.

Saya tanya dia, “Hadiahnya mau dipakai beli apa?”

Books!” katanya. Dia memang suka membaca, walaupun masih membaca gambar. Untuk kali ini, selain buku bacaan dan buku mewarnai, kami juga akan sediakan buku gambar untuk K.

Terima kasih Mbak Eno.

Selamat K!

Sombong amat! 😂😂

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2021 Kayika Pushandaka