Menurut saya, anak-anak perlu diperkenalkan dengan sepakbola. Makanya saya terus berusaha mengenalkan sepakbola kepada K, melalui klub kota kelahirannya, Persatuan Sepabola Indonesia Jakarta, Persija.

Beberapa hari lalu, video K terkait Persija sempat viral di media sosial twitter. Notifikasi di ponsel saya hampir tidak putus berbunyi terus selama dua hari karena banyaknya like, retweet, dan beberapa komentar positif yang merespon video K.

Tujuan saya memposting video K adalah ingin berbagi vibe positif kepada para penggemar klub, agar tidak patah semangat. Soalnya Persija belakangan ini tampil tidak memuaskan dan beberapa kali kalah.

Video K viral di twitter

Sejak kapan K mengenal Persija?

Anak umur 4,5 tahun ini sebenarnya tidak terlalu mengenal Persija. Dia hanya tahu dari siaran langsung sepakbola di layar televisi yang saya tonton. Saya selalu menonton Persija, sesekali timnas Indonesia, atau Inter Milan. Pilihan terakhir jarang dia tahu karena lebih sering tayang pada saat tengah malam.

Saya ingin mengenalkan sepakbola kepadanya. Sebab segala aspek kehidupan ada di dalam sepakbola. Mulai dari latihan dan usaha, kemenangan, kegagalan, kerja sama, kemampuan individu, sportivitas, bahkan sikap curang dan sikap tak terpuji lainnya bisa terlihat jelas dalam suatu pertandingan sepakbola. Itu semua sangat mungkin terjadi dan harus dia hadapi dalam hidupnya kelak.

Cara termudah untuk mengenalkan sepakbola kepadanya adalah melalui Persija, klub kota kelahirannya. Tak mau menunda-nunda, saya membawanya ke stadion Gelora Bung Karno saat umurnya sembilan bulan. Tapi di umur yang masih sangat belia, K tentu tak mengerti apa yang terjadi. Bahkan, setiap kali gemuruh sorak-sorai the Jakmania menggetarkan tribun, K kaget dan menangis.

Beruntung ada Rebecca, ibunya K, yang sigap menenangkan K sehingga kami tetap bisa melanjutkan menonton Persija dan bertemu dengan salah satu bintangnya, Rohit Chand.

Video K berada di Stadion GBK

Sayangnya, sejauh ini K baru dua kali ke stadion GBK. Seandainya virus Corona tidak mewabah, tentu saya akan lebih sering lagi mengajak K ke stadion. Tapi saya tetap berusaha mengenalkannya dengan mengajaknya menonton siaran langsung di televisi. Sayangnya K belum terlalu tertarik.

Saya juga mengenalkan Persija kepadanya dengan membelikan kaos bernuansa atau bertuliskan Persija. Sampai sekarang masih terpakai. Kebetulan K juga suka merah, warna kebesaran Persija.

Apa pentingnya sepabola untuk Kayika?

Seperti yang saya tulis di atas, tujuan saya adalah mengenalkan banyak hal dari suatu pertandingan sepakbola. Belakangan Persija sering kalah? Itu pun salah satu yang harus dia pahami, yaitu bagaimana dia nanti bisa menghadapi kegagalan. Menurut saya, sepakbola sangat menggambarkan kehidupan manusia dalam skala kecil.

Selanjutnya sebagai anak Jakarta, K juga harus tahu beberapa hal tentang kota kelahirannya. Termasuk klub sepakbolanya. Apalagi dengan nama besarnya, seharusnya Persija termasuk salah satu ikon kota Jakarta yang patut dia banggakan. Dengan mengenal Persija, K akan menggali sejarah klub, dan secara langsung maupun tidak, akan membawanya mengenal sejarah Jakarta.

Dari sepakbola K juga dapat belajar beberapa gerakan dasar seperti kicking, jumping, running, catching, throwing, dll. Awalnya, K nampak kesulitan mengoordinasikan kedua tangannya untuk menangkap. Sekarang, dia sudah semakin cekatan menangkap dengan kedua tangannya. Miriplah sedikit dengan Andritany.

Kalau dia berminat, saya akan mengarahkannya untuk berlatih sepakbola. Setidaknya, dengan bisa bermain sepakbola, bisa membantu K memperluas pergaulannya. Sepakbola adalah olahraga tim, banyak teman yang bisa dia peroleh dari sepakbola.

Setiap orang tua tentu punya pilihan masing-masing. Tapi saya akan terus mengenalkan sepakbola dan Persija untuk Kayika.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2022 Kayika Pushandaka